dari Prambanan…

Saya dan teman-teman mengadakan perjalanan 4 hari ke Jogjakarta pada bulan Januari 2008 lalu. Perjalanan itu adalah salah satu perjalanan paling berkesan bagi saya karena saya banyak melihat hal baru sekaligus melihat hal lama dengan paradigma baru 🙂 Salah satunya adalah Candi Prambanan. Saya pertama kali ke sana ketika berusia 5 atau 6 tahun dan akhirnya kembali lebih dari satu dasawarsa kemudian. Jujur, saya begitu terkesima dengan kemegahan candi ini. Jadi izinkan saya bagi-bagi cerita lewat beberapa hasil tangkapan kamera saya di sana…

[Foto diambil dari jalan masuk menuju kompleks Candi. Naah, mulai dari jalan ini kekaguman saya mulai memuncak dan tangan rasanya sudah gatal untuk berburu foto Candi Prambanan dan tentunya mengabadikan diri saya di tempat menakjubkan ini, hehe 😀 Candi ini memang masih dalam proses perbaikan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa tahun 2006 lalu. Sedih juga melihatnya 😦  ]

Megahnya Prambanan diantara Mega

[ 2 gambar di atas adalah entah hasil take ke berapa, yang jelas saya menghabiskan waktu paling banyak di spot ini. Tapi puas juga, karena akhirnya bisa mendapatkan gambar yang saya inginkan 😀 Oya, kalau jeli pasti Anda dapat menangkap gambar pesawat terbang yang terekam di salah satu gambar]

Candi dan nandi-nandinya...

[hmmm… sebenarnya lewat foto ini saya hanya ingin menampilkan kompleks candi ini sebagai suatu luasan, yah begini deh jadinya… 😛 ]

Syiwa, yang terbesar

[Syiwa, yang terbesar. Untuk mengambil gambar ini saya harus mengambil jarak yang cukup jauh dari objek, ditambah dengan sudut tubuh saya dan kamera yang saya atur terus-terusan. Petugas keamanan sempat memperhatikan saya yang sepertinya heboh banget waktu mau memfoto candi ini.. hihi, mungkin dia berpikir saya berlebihan 🙂 ]

[Apakah Anda dapat memerikan relief 2 pohon yang mengapit relief hewan di tengahnya? Itu adalah relief pohon Kalpataru (hmm, kalau oleh pemerintah kita Kalpataru dijadikan nama penghargaan untuk orang-orang yang memberikan inovasi baru dan dianggap berkontribusi khusus bagi masyarakat banyak). Awalnya saya juga tidak tahu itu relief apa, saya hanya melihat bahwa apa yang diceritakan oleh si relief sepertinya menarik, maka jadilah saya memotretnya. Ternyata, setelah menonton film dokumenter tentang sejarah Prambanan di ruang auditorium , tahulah saya bahwa itu adalah relief pohon Kalpataru.]

dan ternyata ada seorang teman yang mengabadikan aksi saya ketika sedang asyik sendiri memotret di sana… 🙂

Tschuss!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s